Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari enterpreneurship yang
berarti prilaku dinamis, berani mengambil resiko, reaktif, dan berkembang.
Kewirausahaan pertama kali
muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap,
mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan
organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan
tujuan utama.
Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur)
adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam
berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri
dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam
kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18)
Dalam Inpres No. 4 Tahun 1995
tentang GNMMK yaitu Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan
Kewirausahaan disebutkan bahwa kewirausahaan adalah sikap, semangat, perilaku,
dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada
upaya kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam
rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih
besar.
Pengertian kewirausahaan relatif
berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau
penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru
(Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934),
ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight,
1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803).
Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai
berikut:
Kewirausahaan adalah suatu proses
seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan
melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan
(Menurut Robin, 1996).
Richard Cantillon (1775)
Kewirausahaan didefinisikan
sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang
saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan
harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana
seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian
Jean Baptista Say (1816)
Seorang wirausahawan adalah agen
yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari
produksinya.
Frank Knight (1921)
Wirausahawan mencoba untuk
memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan
wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang
worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar
seperti pengarahan dan pengawasan
Joseph Schumpeter (1934)
Wirausahawan adalah seorang
inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui
kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk :
1) Memperkenalkan
produk baru atau dengan kualitas baru,
2) Memperkenalkan
metoda produksi baru,
3) Membuka pasar
yang baru (new market),
4) Memperoleh
sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau
5) Menjalankan
organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan
konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan
kombinasi sumber daya. Penrose (1963) Kegiatan kewirausahaan mencakup
indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan
manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
Harvey Leibenstein (1968, 1979)
Kewirausahaan mencakup
kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan
perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi
dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Israel Kirzner (1979)
Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap
peluang pasar.
Entrepreneurship Center at Miami University of
Ohio
Kewirausahaan sebagai proses
mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi
tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam
menjalankan sesuatu. Hasila akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha
baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.
Peter F. Drucker
Kewirausahaan merupakan kemampuan
dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung
maksud bahwa seorang wirausahan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain. Atau mampu menciptakan
sesuatu yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
Zimmerer
Kewirausahaan sebagai suatu
proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan
menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).
Salah satu kesimpulan yang
bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan
dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluang-peluang yang muncul
di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan
atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan
menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan
tindakan yang kreatif dan innovatif. Wirausahawan adalah orang yang merubah
nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi
lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan,
inovasi dan cara-cara baru.
Selain itu, seorang wirausahawan
menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada
operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang
individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah
organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan
fungsi kewirausahaannya. Jadi kewirausahaan bisa bersifat sementara atau
kondisional.
Kesimpulan lain dari
kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya
dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial,
psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan
kepuasan pribadi. Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan
wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta.
Dari beberapa pengertian diatas
dapat disimpulkan bahwa kewirauasahaan adalah suatu proses menciptakan sesuatu
dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal, jasa dan resiko serta
menerima balas jasa, kepuasan, dan kebebasan pribadi.
Tujuan Kewirausahaan
Dalam pendidikan kewirausahaan
diajarkan dan ditanamkan mengenai sikap dan perilaku untukmembuka bisnis, agar
mereka di kemudian hari menjadi seorang wirausaha yang berbakat dan berhasil.
Adapun tujuan kewirausahaan
adalah :
a. Untuk
mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk meng hasilkan kemajuan
dan kesejahtraan masyarakat.
b. Untuk
membudayakan semangat, sikap, prilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan
pelajar dan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
c. Untuk
meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
Pengertian Wirausaha
Wirausaha berasal dari bahasa
Perancis yaitu enterprenew yang berarti orang yang membeli barang
dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang itu
akan dijual.
Ada beberapa pengertian wirausaha
menurut beberapa pandangan diantaranya adalah :
a. Menurut
pandangan seorang Businessman. Wirausaha adalah ancaman, pesaing baru atau
juga bisa seorang partner, pemasok, konsumen atau seorang yang bisa diajak
bekerjasama.
b. Menurut
pandangan seorang Ekonom. Wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang
mengorganisasi faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal, dan skill untuk
tujuan produksi.
c. Menurut
Pandangan seorang Psikolog. Wirausaha adalah seorang yang memiliki dorongan
dari dalam untuk mencapai suatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau
menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.
d. Menurut
Pandangan seorang Pemodal. Wirausaha seseorang yang menciptakan kesejahtraan
buat orang lain yang menemukan cara-cara untuk menggunakan resources,
mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi masyarakat.
e. Menurut
Gede Prama. Wirausaha adalah orang-orang yang berani memaksa dirinya untuk
menjadi pelayan bagi orang lain.
Ada beberapa sifat dasar dan
kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha adalah seorang pencipta
perusahaan dan orang yang selalu melihat perbedaan, baik antar orang maupun
antar fenomena kehidupan sebagai peluang dan kesulitan.
Manfaat Wirausaha
a. Menambah
daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
b. Memberi
contoh bagaiamana harus bekerja keras, tekun, tetapi tidak melupakan perintah
agama.
c. Berusaha
mendidik masyarakat agar hidup secara efisien, ekonomis, tidak berfoya-foya dan
tidak boros.
d. Menjadi
contoh bagi anggota masyarakat sebagai pribadi unggul yang patut diteladani.
e. Berusaha
memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan
kemampuannya.
Keuntungan dan Kelemahan Berwirausaha
Ada beberapa keuntungan dan
kelemahan berwirausaha diantaranya:
Keuntungan berwirausaha
1) Terbuka
peluang untuk memperoleh peluang manfaat dan keuntungan secara maksimal
2) Terbuka
peluang untuk memperlihatkan potensi wirausaha secara penuh.
3) Terbuka
peluang untuk membantu masyarakat di dalam usaha.
4) Terbuka
peluang untuk mencapai tujuan usaha yang dikehendaki.
Kelemahan berwirausaha
1) Bekerja
keras dan waktunya sangat panjang.
2) Memperoleh
pendapatan yang tidak pasti dan resiko yang sangat besar.
3) Tanggung
jawabnya sangat besar.
Sasaran dan Asas
Kewirasahaan
Dalam berwirausaha pasti memiliki
sasaran yang ingin dicapai serta asas untuk tercapainya tujuan.
Sasaran Kewirausahaan adalah:
1) Para
generasi muda pada umumnya, anak-anak putus sekolah dan para calon wirausaha.
2) Para pelaku
ekonomi yang terdiri atas para pengusaha kecil.
3) Organisasi
profesi dan kelompok-kelompok masyarakat.
Asas kewirausahaan adalah sebagai berikut
:
1) Kemampuan
memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
2) Kemampuan
berkarya dengan semangat kemandirian.
3) Kemampuan
berpikir, bertindak kreatif, dan inovatif.
4) Kemampuan
bekerja secara tekun, teliti, dan produktif.
Ruang Lingkup Kewirausahaan
Dalam berwirausaha banyak sekali
bidang-bidang yang harus digeluti diantaranya adalah :
a. Lapangan
pemberi jasa : pedagang perantara, pemberi kredit atau perbankan, pengusa
angkutan, pengusaha birojasa traverl pariwisata, pengusaha asuransi, dan lain
sebagainya.
b. Lapangan
perdagangan : pedagang besar, pedagang menengah, dan pedagang kecil.
c. Lapangan
agraris : pertanian (tanaman berumur pendek dan berumur panjang),
perkebunan, dan kehutanan.
d. Lapangan
perikanan : pemeliharaan ikan, penetasan ikan, makanan ikan, dan
pengangkutan ikan.
Karakteristik Wirausaha
Karakteristik adalah sesuatu yang
berhubungan dengan watak, perilaku, tabiat/sikap seseorang terhadap perjuangan
hidup untuk mencapai tujuan lahir batin. Karakteristik wirausaha biasanya dapat
dilihat pada waktu mereka berkomunikasi untuk mengumpulkan suatu informasi atau
pada waktu menjalin hubungan dengan para relasi bisnisnya. Salah satu
kesuksesan seorang wirausaha adalah harus mempunyai karakteristik yang baik dan
menarik. Karena karakteristik seorang wirausaha yang baik akan
membawa kearah kebenaran, keselamatan, serta menaikkan derajat dan martabatnya.
Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa karakteristik wirausaha adalah
pembawaan, tetapi dalam hal mental bisa diubah melalui pendidikan dan
lingkungan yang baik.
Syarat mental yang perlu dipahami
adalah sebagai berikut :
a. Simpatik
dan berinisiatif
b. Optimis
dan percaya diri
c. Jujur,
berani
d. Mempunyai
imijinasi dan bertanggung jawab
e. Rajin
dan teliti
f. Seksama
dan waspada
Karakteristik Wirausaha meliputi :
1) Komitmen
tinggi,
2) Sikap Jujur
dan Selalu Ingin maju dalam Berwirausaha,
3) Disiplin,
4) Kreatif dan
Inovatif,
5) Mandiri,
dan
6) Realitas
Komitmen Tinggi
Komitmen Tinggi Seorang
wirausaha yang berhasil adalah seorang wirausaha yang memiliki komitmen tinggi.
Dalam pengertiannya komitmen diartikan sebagai berpegang teguh. Seseorang
memiliki komitmen tinggi berarti setiap saat pikirannya tidak pernah lepas dari
perusahaannya, ia memiliki sikap yang tegas, dan kosisten. Seorang
wirausaha yang memiliki komitmen tinggi adalah orang yang mentaati atau
memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya sampai berhasil.
Faktor Pendukung
Ada beberapa faktor pendukung
yang betul-betul memanfaatkan komitmen tinggi. Faktor-faktor tersebut adalah
:
a. Konsisten,
tegas, dan fair.
Seorang wirausaha dalam memutuskan sesuatu
harus konsisten, maksudnya adalah sesuatu yang diputuskan tidak boleh
berubah-ubah.
b. Mercusuar
Dalam hal ini seorang wirausaha harus memiliki
kharisma, tidak sekedar menerangi dari kejauhan, tetapi mempraktekan apa yang
dibicarakan dan disampaikan.
c. Konsentrasi
pada manusia
Dalam hal ini seorang wirausaha selalu
memperhatikan kepada masalah, keinginan, dan perkembangan bawahannya akan
berhasil menciptakan atmosfer kerja yang lebih menyenangkan. Dengan adanya
perhatian yang baik dari pimpinan, maka siapapun yan mendapat tugas, akan
selalu berusaha untuk menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Seorang
wirausaha yang memiliki komitmen yang tinggi adalah seorang wirausaha yang
selalu menerapkan prilaku tepat waktu, tepat janji, dan perduli terhadap mutu
hasil kerja.
Pentingnya Komitmen Tinggi bagi
Seorang WirausahaSeorang wirausaha yang memiliki komitmen tinggi dalam berusaha
harus memiliki tujuh kekuatan yang dapat membangun kepribadiannya, diantaranya
adalah:
a. Kemauan
keras untuk maju dalam berwirausaha
b. Pemikiran
yang konstruktif dan kreatif dalam berwirausaha.
c. Ketekunan
dan keuletan dalam berwirausaha.
d. Kesabaran
dan ketabahan
e. Ketahanan
fisik dan mental
f. Kejujuran
dan tanggung jawab
g. Keyakinan
yang kuat untuk lebih maju.
Sikap komitmen tinggi sangat
penting bagi seorang wirausaha. Adapun pentingnya komitmen tinggi bagi seorang
wirausaha adalah :
a. Memperoleh
hasil yang maksimal dengan sumber daya yang minimal.
b. Meningkatkan
etos semangat kerja baik pribadi dan karyawan.
c. Meningkatkan
kesuksesan dalam berwirausaha.
d. Meningkatkan
rasa kepercayaan dalam berwirausaha.
e. Meningkatkan
dan memajukan perusahaannya.
Sikap Jujur dan Selalu Ingin maju dalam
Berwirausaha
Sikap jujur dalam berwirausaha
adalah mau dan mampu mengatakan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya. Jika
diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak berkhianat, apabila berkata selalu
benar, dan apabila berjanji tidak mengingkari.
Seorang wirausaha yang memiliki
sikap jujur akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat/pelanggan.
Karena sikap jujur merupakan kunci keberhasilan dalam berwirausaha. Untuk
menumbuhkan makna kejujuran dan tanggung jawab dalam diri seorang wirausaha
adalah dengan cara bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melatih disiplin
diri.
Selain memiliki sikap jujur,
seorang wirausaha harus memiliki sikap selalu ingin maju, wirausaha yang selalu
ingin maju adalah seorang wirausahawan yang tidak mudah menyerah, pasrah
ataupun tidak mudah putus asa. Wirausaha yang selalu ingin maju akan mempunyai
etos kerja dan semangat yang tinggi berjuang tanpa mengenal lelah.
Menurut Stepen Covey dalam
bukunya First Thing’s First, ada 4 (empat) sisi potensial yang dimiliki manusia
untuk maju, yaitu :
1) Self
Awareness atau sikap mawas diri.
2) Couscience:
mempertajam suara hati supaya menjadi manusia berkehendak baik seraya
memunculkan keunikan serta memiliki misi dalam hidup.
3) Creative
Imagination: berpikir dan mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan
imajinasi, khayalan, serta adaptasi yang tepat.
4) Independent
Will: pandangan independen untuk bekal bertindak dan kekuatan untuk
mentransendensi.
Pentingnya sikap jujur dan selalu
ingin maju adalah sebagai berikut :
1) Dipercaya
oleh masyarakat konsumen.
2) Memiliki rasa
percaya diri yang kuat.
3) Memiliki
mental yang kuat.
4) Memiliki
kesabaran.
5) Selalu tabah.
6) Memiliki
disiplin diri.
Sikap dan Prilaku Disiplin
Pengertian Disiplin
Disiplin berasal dari bahasa
inggris disciple yang berarti pengikut atau murid. Perkataan disiplin mempunyai
arti latihan dan ketaatan kepada aturan.
Menurut S. Nasution (1972:63) disiplin adalah usaha untuk mengatur atau
mengontrol kelakuan yang harus dicapai, dilarang atau diharuskan.
Disiplin yang baik tidak tercapai apabila tingkah laku seseorang terlampau
dikendalikan oleh bermacam-macam peraturan dan tindakan. Sikap disiplin
mestinya tumbuh sendiri dalm diri seseorang yang merasa terpanggil.
Upaya pembentukan sikap disiplin
dapat dilakukan di dalam ataupun di luar sekolah. Konsep disiplin dilinkungan
sekolah pada umumnya selalu memperhatikan hal-hal berikut ini :
a. Peraturan-peraturan
yang jelas serta sanksi-sanksi hukumnya yang jelas.
b. Peraturan-peraturan
yang akan ditentukan pihak sekolah harus masuk akal dan dipahami oleh semua
pihak.
c. Konsep
disiplin yan dibuat sekolah adalah untuk kepentingan keadilan, kesejahtraan
bersama.
d. Tata
aturan disiplin harus disepakati bersama serta dijalankan secara baik dan
konsekuen
Dalam menerapkan disiplin
berwirausaha dalam pola asuh di lingkungan sekolah, maka perlu dilakukan upaya:
a. Menanamkan
berbuat jujur.
b. Menanamkan
rasa syukur, berdoa dan bekerja.
c. Menanamkan
sikap mau bekerja keras.
d. Menanamkan
sikap mental untuk maju berusaha.
e. Menanamkan
ketulusan untuk maju bersama.
f. Menanamkan
sikap iklas.
g. Menanamkan
ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pentingnya Disiplin
Pentingnya disiplin belajar
bekerja, berkarya, dan berpartisipasi adalah sebagai berikut :
a. Menghargai
usaha secara aktif dan produktif.
b. Suasana
yang menyenangkan.
c. Konsep
disiplin dapat diterima semua pihak.
d. Adanya
hormat-menhormati semua pihak.
e. Meningkatkan
prestasi belajar berkarya dan berpartisipasi.
f. Saling
menghormati semua pihak.
g. Menciptakan
kreatifitas dan produktivitas yang tinggi.
Penanaman disiplin pada diri
seorang wirausaha akan memberikan kekuatan. Kekuatan tersebut antara lain :
a. Menguasai
keadaan kehidupan.
b. Mengatasi
kegagalan.
c. Membentuk
pola berpikir sehat dan logis.
d. Dapat
mengontrol sikap dan tingkah laku.
Kreatif dan Inovatif
Kreativitas
adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau hubungan-hubungan
baru antar unsur, data, variabel yang sudah ada sebelumnya. Kemampuan
untuk memecahkan suatu masalah dan memanfaatkan suatu peluang didasari oleh
sifat kreativitas dari para pengelolanya, yaitu kemampuan untuk menciptakan
gagasan baru dan menemukan cara baru dalam menyikapi masalah dan memanfaatkan
peluang.
Sedangkan
inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan gagasan-gagasan baru atau pemecahan
kreatif terhadapberbagai masalah dan dalam memanfaatkan peluang. Pengertian kreativitas dan inovasi secara
singkat sering dianalaogkan : creativity – thinking new things, innovations
= doing new things.
Kreativitas
tidak selalu dihasilkan dari sesuatu yang tidak ada sering sekali merupakan
perbaikan dari sesuatu yang telah ada. Sering juga gagasan baru timbul secara
kebetulan yang penting untuk dipahami mengapa kreativitas dan inovasi tersebut
merupakan cirri-ciri yang melekat kepada wirausah
Bagaimana alam pikiran seseorang
wirausaha sehingga menjadi sumber kreativitas dan inovasi?
1) Seorang wirausaha
selalu mengimpikan gagasan baru.
2) Selalu mencari
peluang baru atau mencari cara baru menciptakan peluang baru.
3) Selalu
berorientasi kepada tindakan.
4) Seorang
pemimpi besar, meskipun mimpinya tidak selalu cepat direalisasikan.
5) Tidak malu
untuk memulai sesuatu, walau dari skala kecil.
6) Tidak pernah
memikirkan untuk menyerah, selalu mencoba lagi.
7) Tidak pernah takut
gagal.
Kiat-Kiat Untuk Menjadi Kreatif
Beberapa kiat / kebajikan untuk
medorong kreativitas bagi seluruh sumber daya manuasia dalam organisasi, antara
lain :
1) Kreativitas
harus dipandang sebagai suatu kebutuhan perusahaan.
2) Mempunyai
sikap toleransi terhadap keberhasilan atau kegagalan.
3) Mendorong
sikap keingintahuan.
4) Menyikapi
masalah sebagai tantangan.
5) Mengadakan
pelatihan-pelatihan kreativitas secara teratur.
6) Menyediakan
fasilitas yang diperlukan untuk terlaksananya kegiatan yang kretaif.
7) Memberikan
penghargaan bagi kreativitas yang berhasil.
8) Membuat
model-model teknik mengembangkan kreativitas untuk dipelajari untuk perorangan
maupun kelompok.